Penemu「Weide official website」an yang Mengubah Dunia: Cuci Tangan yang Jadi Kontroversi Seabad

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat

WWeide official websiteeide officiWeide official websiteal websitemelihat feWeide official websitenomena itu, Semmelwise berhipotesis, "partikel mayat" dipindahkan melalui tangan dokter dan mahasiswa dari ruang otopsi ke para ibu yang akan melahirkan di ruang bersalin.

Bahkan, berabad-abad lalu kebiasaan cuci tangan memunculkan pro kontra di antara sejumlah kalangan.

Namun, hubungan antara mencuci tangan dan penyebaran penyakit baru terjadi sekitar dua abad lalu.

Semmelweis juga mengamati kebiasaan dokter dan mahasiswa kedokteran setelah melakukan otopsi dan membawa bau yang tidak sedap, langsung bergegas masuk ke ruang bersalin tanpa mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum memasuki klinik tersebut.

KOMPAS.com - Cuci tangan menjadi strategi yang diklaim cukup efektif dalam menangkal penyebaran infeksi virus corona. Faktanya, budaya cuci tangan telah ada sejak berabad-abad lamanya.

Baca juga: Cuci Tangan Lebih Efektif Cegah Corona Dibanding Hand Sanitizer, Ini Buktinya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Pada pertengahan tahun 1800-an, seorang peneliti menetapkan penyebaran penyakit yang berasal dari rumah sakit. Dia adalah Ignaz Semmelweis, seorang peneliti dari Wina, Austria.

Pada tahun 1847, Semmelweis diangkat sebagai kepala klinik kesehatan, di salah satu dari dua klinik kebidanan di University of Vienna Allgemeine Krankenhaus.

Dia mengamati tingginya angka kematian ibu yang melahirkan, yang disebabkan oleh demam nifas. Secara substansial angka tersebut lebih tinggi di satu klinik dibandingkan dengan yang lainnya.

Hal itu yang menyebabkan demam nifas yang dialami para ibu seusai melahirkan.

Baca juga: Alasan Cuci Tangan Pakai Sabun Bisa Cegah Corona, Tak Perlu Antiseptik

Sejak itu, Semmelweis menganjurkan agar tangan digosok dalam larutan kapur diklorinasi sebelum melakukan kontak dengan pasien, khususnya setelah meninggalkan ruang otopsi.

Lalu, bagaimana akhirnya budaya cuci tangan ini mulai dianggap penting?

Melansir National Center for Biotechnology Information (NCBI), Selasa (10/3/2020), Semmelweis menyatakan penyakit dari rumah sakit dapat ditularkan oleh petugas kesehatan.