Jangan Lewatkan, Puncak Hujan Met「Indonesia Gaming」eor Gamma Normid Mulai Malam Ini

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat

Meskipun perbedaan perbandingan ini tidak begitu signifikan ketika diamati melalui teleskop, karena lebar sudut Merkurius bervariasi anara 0,106 hingga 0,134 menit busur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

KOMPAS.com - Mulai malam ini, akan ada dua fenomena langit yang menghiasi langit Indonesia dan mungkin bisa menjadi alternatif untuk menemani suasana akhir pekan Anda di rumah.

Nah pada bulan Maret 2021 ini, Aphelion Merkurius akan terjadi pada tanggal 14 Maret 2021, tepatnya pada pukul 08.45 WIB. 09.45 WITA, 10.45 WIT dengan jarak 69.863.000 kilometer dari Matahari.

Baca juga: Sebagian Indonesia Lebih Dingin Bukan karena Aphelion, tapi Pola Angin

Aphelion secara umum adalah konfigurasi ketika planet berada di titik terjauh dari Matahari.

"Ketika aphelion, Merkurius akan menerima setengah kali dibandingkan dengan ketika berada di perielion," kata Andi Pangerang selaku Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam laman edukasi sains Lapan.

Andi menjelaskan, lebar sudut Merkurius jika diamati dari Bumi ketika aphelion adalah 26,6 persen yang lebih kecil dibandingkan ketika aphelion.

Aphelion tahun ini akan terjadi lagi pada 10 Juni, 6 September dan 3 Desember 2021.

Hal ini disebabkan oleh orbit planet yang berbentuk elips dengan Matahari terletak di salah satu dari kedua titik fokus orbit tersebut.

Kedua fenomena langit ini adalah Aphelion Merkurius dan Puncak Hujan Meteor Gamma Normid. Berikut penjelasannya.

Kendati puncaknya terjadi pagi ini, tetapi Merkurius baru dapat diamati di arah timur-tenggara dekat konstelasi Aquarius sejak terbit selama 75 menit hingga akhir senja bahari (42 menit setelah matahari terbenam).