PHRI Ajak Pengusaha Makanan Indonesia Contoh Skema Bisnis Uni Eropa

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat

Seperti Uni Eropa, gencar melakukan kerjasama aktif dengan negara lainnya untuk mengenalkan produk makanan mereka lewat berbagai kegiatan dalam waktu berkesinambungan.

Setidaknya, ada empat hal yang bisa dicontoh oleh pengusaha makanan dan minuman Indonesia dari pebisnis Uni Eropa. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Pengusaha keripik Hari Mastutik (kanan) mengecek hasil irisan sayur brokoli yang dilakukan pekerjanya di rumah produksi keripik Momchips di Batu, Jawa Timur, Selasa (17/8/2021).

Baca juga: Uni Eropa Promosi Produk Makanan di Indonesia

Baca juga: Rintis Usaha Makanan Saat Pandemi? Simak Tips Branding di Medos Ini

Selanjutnya taktik bisnis yang bisa dipelajari dari Eropa oleh Indonesia adalah teknik memasarkan produk.

KOMPAS.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengajak pengusaha Indonesia untuk mempelajari skema industri makanan dan minuman dari Eropa yang mengedepankan standarisasi produk konsumsi.

Alex menyebutkan standardisasi dan sertifikasi menjadi hal yang penting di industri makanan, mengingat belum ada kontrol yang ketat terkait aturan sejenis di industri makanan dan minuman Indonesia.

Baca juga: Pandemi Tidak Bikin Loyo Ekspor Keripik Sayur dan Buah dari Batu

Ia mencontohkan terkait standardisasi setidaknya pengusaha harus memiliki prasyarat standar kesehatan dan kualitas.

Sementara untuk di industri hotel dan restoran dikenal standar khusus bernama HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).

Alex mencontohkan salah satu pemasaran yang bisa dilakukan adalah dengan keterlibatan aktif pemerintah menyalurkan produk- produk dalam negeri untuk bisa menggandeng pasar global.

Standarisasi ini sudah diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health,Safety, Enviromental Friendly).

"Ini semua tentang kontrol kualitas dan standar," kata etua Bidang Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) PHRI Alexander Nayoan akrab disapa Alex dikutip dari Antara.