Best online casino in Indonesia_betvictor China_bet36 sports betting_American Casino_Indonesia online gambling

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat

Lagu "World BookmakWorld Bookmaker Rankinger Rankingibu Pertiwi" bWorld Bookmaker Rankingoleh saja berdurasi siWorld Bookmaker Rankingngkat, 3 menit 16 detik. Namun, pengalaman singkat tersebut berhasil menyuguhkan pertanyaan, sejauh mana usaha yang bisa kita upayakan agar dapat mewariskan bumi berikut keindahannya kepada generasi selanjutnya, sebelum pada akhirnya hanya harapan yang tersisa.

Asteriska | dok. Asteriska

Apa yang disaksikan Asteriska di sana, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis adalah warga yang hanya bisa pasrah menyaksikan rumah mereka tenggelam. Dari sana muncul banyak pemikiran, perenungan, dan pengharapan hingga lahir lagu “Ibu Pertiwi” yang lirih.

Dampak abrasi, yakni pengikisan pantai yang merusak akibat terganggunya alam daerah pantai di Muara Gembong, Jawa Barat adalah inspirasi lagu “Ibu Pertiwi”. Pada akhir 2020 Asteriska bersama Greenpeace dan Watchdoc berkesempatan menyambangi wilayah pesisir pantai Jawa Barat tersebut untuk mendokumentasikan dampak abrasi.

Seperti belum cukup, pada bagian lirik selanjutnya Asteriska seakan mengatakan kalau perubahan-perubahan yang baru saja khalayak pendengar bayangkan, akan terus berlanjut tanpa bisa diperkirakan jika kita nggak segera mengambil langkah nyata. Ia menulis, “Akankah putra putriku nanti terpuruk lebih gelap lagi?

Bertemankan piano yang dimainkan oleh Andreas Arianto, produser sekaligus arranger untuk “Ibu Pertiwi”, lagu ini sangat sederhana untuk bisa dinikmati dan dimengerti siapa saja. Kesederhanaan pada lagu ini, dentingan piano, dan suara bening Asteriska, mengantar pendengar kepada sebuah perenungan dan pengharapan.

Selain melalui peringatan tersebut, ada banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk membangun kesadaran dalam menyikapi krisis lingkungan hidup. Salah satunya adalah melalui karya musik, seperti yang dilakukan Asteriska lewat single terbarunya berjudul “Ibu Pertiwi”.

“Sedikit demi sedikit, kita bisa membuat perubahan dengan melestarikan alam sekitar kita, dunia ini, dan rumah kita,” begitu ajak Asteriska.

Dirilis secara digital pada 18 Juni 2021, lagu “Ibu Pertiwi” merupakan single pertama Asteriska dari mini album Rumah Kita yang memuat total empat lagu dan akan meluncur 2 Juli mendatang. Dalam mini album tersebut, penyanyi sekaligus pencipta lagu yang juga tergabung dalam band Barasuara ini mengusung tema alam untuk menyuarakan kecintaannya terhadap planet Bumi.

Jawaban dari pertanyaan tersebut juga coba diberikan Asteriska. Mulai 18 Juni, perempuan kelahiran 1988 ini juga menggalang dana melalui kampanye “Lindungi Bumi, Rumah Kita” di situs penggalangan dana Kitabisa.com untuk dua LSM, yaitu North Bali Reef Conservation dan Lindungi Hutan. Semua donasi dari kampanye ini akan dibagi merata antara kedua organisasi tersebut.

Lirik lagu “Ibu Pertiwi” ditulis Asteriska dengan lembut, tetapi tetap bertenaga. Hal ini bisa kita simak pada petikan, “Hijau sawahku, biru langitku, dulu. Kini telah berubah .…” Asteriska tak perlu menjelaskan lebih lanjut seperti apa perubahan itu, karena pendengar pasti punya gambaran yang bertolak belakang dengan hijau sawah dan birunya langit yang menenangkan.

Asteriska | dok. Asteriska

Lagu “Ibu Pertiwi” boleh saja berdurasi singkat, 3 menit 16 detik. Namun, pengalaman singkat tersebut berhasil menyuguhkan pertanyaan besar, sejauh mana usaha yang bisa kita upayakan agar dapat mewariskan bumi berikut keindahannya kepada generasi selanjutnya, sebelum pada akhirnya hanya harapan yang tersisa.

Tanggal 5 Juni ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Peringatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dalam mengambil tindakan lingkungan yang positif. Karena seperti diketahui, alam planet Bumi yang jadi bagian kehidupan kita saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Ikuti Instagram @wolesjon, biar nggak ketinggalan informasi seputar cowok dan dunia hiburan lainnya, kuy!

Nah, secara keseluruhan, lagu “Ibu Pertiwi” sangat menarik. Tak ada kelindan instrumen sehingga fokus pendengar tertuju pada pesan yang tidak pula menghakimi, tetapi memberi semacam petunjuk tentang apa yang sedang terjadi, dan apa yang bisa kita lakukan secara nyata.