Menyeduh Robusta Wine T「Football Handicap Analysis」emanggung dengan Beragam Metode dan Ukuran Giling

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat

GFootball Handicap AnalysisuFootFootball Handicap AnalysisbaFootball Handicap AnalysisLl Handicap Analysisna proses wine ini bermacam-macamFootball Handicap Analysis, salah satunya untuk memberikan aroma dan rasa yang khas pada biji kopi. Proses wine ini dilakukan dengan periode sekitar 21 atau 31 hari fermentasi.

Selain berbentuk bubuk, Andi juga memberikan contoh biji kopi utuh yang sudah di-roasting dengan tingkat light, tapi tidak digiling.

Kompas.com berkesempatan mencicipi biji kopi yang diproses secara wine produksi Kopi Kampoeng Genting ini. Kompas.com menggiling dan mennyeduh kopi tersebut di Balad Coffee House, Jatinangor, Sumedang.

Ketika mengalir ke kerongkongan pun terasa halus dan tidak meninggalkan sensasi apa pun. Jika dirasa secara seksama, ada sedikit kesan rasa buah beri dan sayuran, tapi hanya sekilas saja.

Andi mengirimi Kompas.com dua bungkus kopi yang sudah di-roast dan digiling sebelumnya. Dengan tingkat roasting light dan gilingan fine.

Setelah itu Kompas.com mencoba menyeduhnya dengan metode V60 dengan perbandingan 1:16 yakni 14 gram biji kopi dengan 226 ml air panas dan penuangan air normal.

“Kalau punya saya green beans-nya setelah difermentasi jadi ada wangi tembakaunya. Padahal di sini enggak ada yang nanam tembakau,” terang Andi.

Baca juga: Biji Kopi Kampoeng Genting Asal Temanggung, Seperti Apa Rasanya?

Baca juga: Kopi Kampoeng Genting Temanggung, Upaya Lepas dari Tengkulak yang Berbuah Manis

Kompas.com mencoba menyeduh kopi ini dengan beberapa cara berbeda untuk mengetahui metode penyeduhan seperti apa yang paling pas digunakan dan bisa mengeluarkan rasa kopi yang paling maksimal.



KOMPAS.com – Kamu mungkin mengenal beberapa proses pengolahan biji kopi di antaranya ada natural process, washed process, atau honey process. Namun selain itu, ada pula proses pengolahan biji kopi lainnya yakni wine process.

Hasilnya aroma wine dari bubuk kopi semakin kuat tercium. Namun ketika disesap, tidak ada rasa wine yang terasa pada mulut.

Proses wine pada biji kopi melibatkan fermentasi pada ceri kopi yang sudah dipanen. Ceri kopi berwarna merah ini kemudian difermentasi selama beberapa waktu hingga menjadi ceri yang berwarna kuning.

biji kopi robusta wine process dari kopi kampoeng genting yang di-roast hingga tingkat light

Baca juga: Apa Itul Proses Natural yang Digunakan untuk Pengolahan Biji Kopi Temanggung?

Pertama, Kompas.com mencoba untuk menggiling biji kopi utuh tersebut hingga tahap gilingan medium. Setelah digiling, aroma wine yang khas dari biji kopi ini tercium cukup kuat.

“Difermentasi tidak pakai apa-apa. Hanya ceri merah dimasukkan plastik lapis karung kemudian ditutup rapat dan didiamkan,” kata Andi Widdaya Sofyana, pemilik merek Kopi Kampoeng Genting pada Kompas.com, Kamis (10/9/2020).

Rasa yang dihasilkan dari biji kopi tersebut cenderung sangat ringan, sedikit under extract. Ada rasa asam yang cukup tinggi, dengan sedikit rasa manis yang halus. Bodi kopinya terasa halus dan ringan di mulut.

Baca juga: 7 Ukuran Giling Biji Kopi, Buat Kamu yang Menyeduh di Rumah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

proses blooming dalam metode v60 untuk kopi kampoeng genting jenis robusta wine process

Kopi Kampoeng Genting adalah salah satu produsen biji kopi dengan perkebunan di Temanggung, Jawa Tengah. Andi juga salah satunya melakukan proses wine pada biji kopi yang ia produksi.